Memorial Match – Saat Najamudin Aspiran Membuat Persib Melawan Arema Rusuh

1
1208

Najamudin Aspiran, sosok wasit yang pernah dipukul Alm. Miroslav Janu di tahun Liga Indonesia 2007/2008 memang kerap membuat beberapa laga yang dipimpinnya rusuh. Beberapa kali dirinya blunder membuat keputusan yang merugikan kedua kubu.

Salah satunya adalah pertandingan antara Persib Bandung melawan Arema Indonesia pada 23 Januari 2011 di Stadion Siliwangi Bandung. Sejak dipimpin oleh wasit asal Balikpapan yang kerap rusuh, Maung Bandung menolak dipimpin olehnya.

Bahkan laman Panditfootball.com pernah membahas khusus tentang sebagian [ya mereka menulis sebagian kisah karena memang terlalu banyak yang ditulis] cerita kontroversial dari Najamudin yang saat itu seperti gagal memimpin laga kelas berat antara Persipura melawan Arema di babak delapan besar ISL 2014., sehingga terjadi tawuran antara Ruben Sanadi dengan Dendi Santoso.

Well, kembali kepada kejadian Persib yang kebetulan dipimpin oleh Najamudin yang kebetulan pula lawannya adalah Arema. Sehingga meski suporter setempat menyatakan Arema diuntungkan, tetapi Janu sendiri menyatakan jika Najamudin adalah wasit yang buruk.

“Saya yakin wasit hanya ingin membuat pertandingan tidak rusuh kembali dengan cara mengesahkan gol Persib, namun hal ini tidak baik bagi kami. Ini poin yang harusnya kami dapat karena kartu merah Ridhuan sangat misterius sementara gol mereka juga lebih dahulu off-side,” kata Janu.

Jalannya Pertandingan [Courtsey Supersoccer]

Laga panas antara Persib Bandung versus Arema Indponesia di Stadion Siliwangi Bandung kemarin malam berakhir imbang, 1-1. Arema unggul lebih dulu lewat gol Roman Chemelo pada menit ke-60 sebelum akhirnya disamakan oleh Atep pada menit ke-77. Laga lanjutan putaran pertama Indonesia Super Leagua 2010/2011 sempat terhenti hampir satu jam.

Pendukung tuan rumah mengamuk menyusul pelanggaran keras yang dilakukan pemain Arema M Ridhuan terhadap Wildansyah pada menit ke-65. Wasit Najamudin Aspiran yang memimpin laga kontan memberikan kartu merah kepada gelandang Singo Edan tersebut. Sebelum meninggalkan lapangan, M Ridhuan menyalami Wildansyah.

aboard-lpi-bandung
Aboard LPI

Sebelum pelanggaran itu, penonton memang sudah jengkel dengan penampilan Eka Rhamdani dan kawan-kawan yang sempat tertinggal 0-1 lewat gol Chemelo.

Penonton yang tak kuasa membendung emosi merangsek ke dalam stadion. Penonton lain melemparkan benda apa saja yang bisa dilempar. Suasana mencekam. Ratusan petugas keamanan turun tangan dan coba menghalau penonton yang beringas.

Manajer Persib, Umuh Muchtar, lewat pengeras suara meminta agar penonton tertib dan ke luar dari lapangan. Bukannya menghentikan akisinya, penonton malah semakin menjadi-jadi. Pembakaran terjadi di tribun penonton. Suasana benar-benar tak kondusif. Tak ada pilihan, pertandingan terpaksa dihentikan kurang lebih satu jam.

Pertandingan kemudian dilanjutan dan mendapat pengawalan ketat aparat keamanan. Atep menyamakan kedudukan pada menit ke-77.

SUSUNAN PEMAIN

AREMA FC: Kurnia Meiga; Waluyo, Leonard Tupamahu, Purwaka Yudi, Beny Wahyudi; Muhammad Ridhuan, Esteban Guillen, Ahmad Bustomi, Dendi Santoso; Roman Chmelo, Noh Alam Shah

PERSIB BANDUNG: Markus Horison; Wildansyah, Nova Arianto (Baihakki Khaizan 45′), Maman Abdurahman, Agung Pribadi (Siswanto 28′); Hariono, Eka Ramdani, Atep; Rahmad Afandi, Hilton Moreira, Pablo Frances

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here