Merekrut Pemain Melalui Youtube, Keuntungan Atau Kerugian

0
430

Dua hari ini, klub papan atas Indonesia Super League [ISL] sama-sama mengumumkan rekrutan baru yang berposisi sebagai striker, dua klub yang sama-sama menggunakan warna biru itu punya kesamaan dalam mencari pemain. Mereka secara resmi mengontrak pemain tanpa melakukan seleksi dan hanya bermodalkan situs video Youtube.

somen-tchoyi-kamerun1
Somen Tchoyi saat di West Bromwich Albion

Sejak awal didirikan, Youtube memang berisi kumpulan video. Karena sepakbola menjadi olahraga nomor satu, tidak heran jutaan netter sering singgah untuk sekedarkan meluangkan waktu melihat aksi ribuan aksi pemain yang diunggah. Karena itulah, tidak sedikit yang memanfaatkannya untuk mencari tahu pemain yang bakal diincar.

Dari kubu Arema, dalam sesi jumpa pers yang digelar di kantor jalan Kartanegara. Sebelum merekrut sang pemain, Ruddy terlebih dahulu melihat aksi sang pemain di Youtube, aksi rekrutan baru Arema Somen Tchoyi terlihat sangat bagus untuk disaksikan, segala tipikal striker ideal ada padanya, kontrol bola yang bagus, dribel yang memukau dan tak kalah penting adalah penyelesaian tingkat tinggi.

“Tidak dipungkiri memang kami melihat aksi pertama dari Youtube, kami tidak melihat satu dua video. Namun, banyak video yang kami lihat. Sementara ada patokan dari pelatih Joko Susilo tentang pemain dari Youtube. ‘Jika videonya banyak, maka dia adalah pemain bagus bos’ kata Joko kepada saya,” tutur Ruddy Widodo menjawab pertanyaan wartawan yang tidak kenal siapa itu Somen Tchoyi.

Perekrutan pemain melalui Youtube memang sedikit berbau keberuntungan. Di Youtube, anda akan sulit menemukan kompilasi pemain yang buruk. Karena para pengunggah ingin biasanya videonya dilihat banyak orang sehingga skill tinggi sang pemain selalu ditampilkan. Di Youtube anda tidak akan pernah menemukan bahwasanya Tchoyi pernah ditolak oleh Penang FA karena gagal tes medis. Konon kabarnya sang pemain mengalami cedera lutut sehabis bermain di West Brom.  Tchoyi juga sempat menganggur hampir enam bulan sebelum bergabung ke Augsburg dan bermain hanya 2 kali.

“Kami tentu berharap kehadiran Somen Tchoyi memberikan efek signifikan pada Arema musim depan. Dia memiliki kemampuan dan pengalaman yang sangat bagus untuk kompetisi ISL,” tutur Ruddy membunuh anggapan jelek tentang Tchoyi.

Simak Video Tchoyi dibawah ini.

Setali tiga uang, Persib Bandung juga memutuskan hal serupa saat merekrut pemain asal Brasil yang bermain di Liga Thailand Aron Muniz Teixeira da Silva, dia bermain di klub Osotspa, tim Thailand Premier League.

Meski sebenarnya tidak terlalu istimewa, striker Persib Bandung bisa jadi agak sedikit lebih baik secara data. Aron di Osotspa bermain sebanyak 32 kali dengan mampu mencetak 15 gol. Dirinya memang tidak selalu menjadi pemain inti karena secara total hanya 13 kali saja dipilih sebagai starter dengan mengumpulkan waktu 1764 menit. Aron sejauh ini tidak ditemukan data jika dia pernah bermain di Eropa, dirinya keluar dari Brasil dan langsung bergabung dengan klub Chula United di tahun 2010.

“Tadi malam saya sudah setuju dan sudah telpon kepada Jajang Nurjaman. Dia juga sudah melihat kemampuan Aron di internet dan sangat setuju. Jajang bilang jangan sampai lepas dan jangan sampai batal,” kata Umuh soal Aron.

Ada kutipan menarik dari Panditfootball soal video di Youtube.

Neymar pernah mendapat predikat sebagai raja Youtube karena aksi menggiringnya ditonton jutaan orang dan membuat semua geleng-geleng kepala. Aksi mengolah bola ala Ronaldinho mampu ia praktikan dengan sempurna. Penyelesaian akhirnya juga brilian, tak kalah jika dibandingkan dengan Ronaldo.

Sementara nasib sial menimpa Nicklas Bendtner, ia dipanggil ‘Lord’ Bendtner karena aksinya yang dapat membuat semua orang tertawa terbahak-bahak. Sering melakukan blunder dan punya kemampuan biasa saja tetapi dikontrak klub sebesar Arsenal dan sempat dipakai jasanya oleh Juventus sebagai pinjaman. Lord!

Seorang penyerang dengan mudahnya akan diberi label tajam dengan menonton semua golnya. Begitu juga dengan kiper, jika ingin memberi label buruk kumpulkan saja blunder yang pernah dibuatnya atau yang sedikit sopan cuplikan saat ia sedang kebobolan.

Sialnya, cara ini kerap dilakukan oleh beberapa klub untuk melakukan penilaian saat ingin merekrut pemain. Terutama jika klub tersebut tak punya pemandu bakat atau sistem scouting yang memadai. Pelatih dapat terlena melihat kemampuannya di kumpulan cuplikan aksi terbaiknya di Youtube.

Memang mencari pemain di Youtube tidak salah, karena dari data biasa. Pemain hanya diketahui berapa menit dia bermain, gol, hingga statistiknya saja, sementara untuk tiga dimensi, video tetap dibutuhkan.

Dari sisi nalar, melihat pemain dari Youtube memang lebih diterima dibandingkan dengan hanya melihat CVnya saja, namun jangan lupakan pula jika di beberapa hal, Youtube hanya kumpulan aksi terbaik yang sudah dirangkum dengan durasi yang tidak sampai 10 menit, terkadang pemain yang biasa menjadi istimewa ataupun pemain yang istimewa menjadi hal yang sangat biasa. Tidak heran, beberapa agen kadang menolak pemainnya untuk diseleksi dan dilihat secara langsung oleh pelatih.

Seperti ini, dapatkah anda menilai aksi Neymar selama kurang dari enam menit ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here