Jersey Arema Cronus Piala Bhayangkara 2016

0
1341

Jersey Arema Cronus Piala Bhayangkara 2016 ini sama dengan jersey Arema di awal tahun 2016 yang juga digunakan di Bali Island Cup (BIC) 2016 dan Piala Gubernur Kaltim (PGK).

Piala Bhayangkara sendiri adalah turnamen terakhir Arema sebelum mengikuti pagelaran Indonesia Soccer Championship (ISC) atau turnamen keenam Arema semenjak PSSI dibekukan aktivitasnya oleh Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Secara sepintas, jersey Arema Cronus Piala Bhayangkara ini sama persis dengan jersey yang dipakai di Piala Jenderal Sudirman 2015 (PJS), dengan sama-sama menggunakan Specs template Minerva yang di laman resminya dikatakan sebagai jersey untuk badminton. Ada tiga macam template minerva yang dirilis dan yang yang ini yang dipilih Arema. Disain dari jersey ini sangat bagus karena ada warna hitam di bagian belakang, sementara di depan ada gradasi horizontal biru dan hitam dengan tambahan garis-garis vertikal.

Sayang meskipun secara disain sangat ciamik, pihak Specs saat membuat jersey ini membalik kainnya. Kain yang harusnya digunakan dibagian luar dipakai dibagian dalam, dan sebaliknya kain yang sebenarnya ada di dalam diletakkan di luar. Akibatnya, perkara sepele ini membuat jersey ini cukup panas jika dipakai dan membuat keringat gampang keluar.

Perbedaan jersey ini dengan jersey PJS adalah penggunaan sponsor di dada. Dimana ketika PJS menggunakan sponsor Mogu-mogu, maka di turnamen yang dijuarai oleh Arema ini Mogu-mogu diganti dengan AREMAFC.com yang merupakan situs resmi dari Arema Cronus. Ditengarai penggantian ini dikarena kontrak Mogu-mogu sudah selesai.

Jersey Arema Cronus Piala Bhayangkara ini hanya digunakan di babak penyihan yang digelar di Gianyar, Bali. Ada empat pertandingan yang digelar yaitu melawan Bali United, PS Polri, Persija Jakarta, dan Persipura Jayapura. Setelah lolos ke semi-final dan final, Arema menggunakan jersey baru yang dipersiapkan untuk ISC.

Seperti yang diceritakan sebelumnya, jersey ini sama dengan yang dipakai di dua turnamen sebelumnya yaitu BIC 2016 dan PGK 2016. Karena sama, maka tidak ada pergantian jersey, tidak heran bekas patch dari PGK masih menempel di lengan sebelah kanan yang sisa lem hasil pelepasan itu masih membekas. Bekas itulah kemudian ditumpuk dengan patch Piala Bhayangkara.

Jersey untuk Ryuji Utomo ini memang ada bekas patch yang dilepas, tetapi untuk jersey pemain lain sepertinya tidak dilepas, melainkan ditutup dengan poliflex hitam sebelum diberi patch Piala Bhayangkara.

Sebagai pemain U-21, di Piala Bhayangkara kesempatan bermain yang diberikan pelatih Milomir Seslija kepada Ryuji sangat besar, dia disaat itu memerankan peran bek kanan dan juga bek tengah Arema.

Jersey-Arema-Cronus-Piala-Bhayangkara-1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here