Cerita Pertandingan Terakhir Arema Indonesia Di ISL 2010/11

0
813
Salah satu gol Musafry.
Salah satu gol Musafry.

19 Juni 2011, menjadi pertandingan terakhir Arema Indonesia kompetisi Indonesia Super League 2010/2011. Di pertandingan terakhir itu, sang juara memang sudah diketahui yaitu Persipura Jayapura. Namun untuk posisi runner-up masih menjadi rebutan dua tim yaitu Persija Jakarta dan Arema Indonesia.

Kedua tim sama-sama mengkoleksi 49 poin dari 14 kali menang, tujuh kali seri, dan enam kali kalah. Namun, Persija lebih unggul agregat gol. Macan Kemayoran mencetak 49 gol dan kebobolan 25 kali. Sementara Arema memasukkan 44 gol dan kebobolan 28 kali. Praktis tiada jalan lain bagi Arema untuk menang dengan skor besar dengan harapan Persija tidak bisa menang besar melawan PSPS Pekanbaru.

2 jam sebelum pertandingan, tiket di tangan calon sudah naik menjadi Rp35.000 dari awalnya Rp25.000. Menjelang kick-off, harga tiket melambung hingga mencapai Rp60.000 untuk ekonomi. Meski terlihat sangat antusias, panitian pertandingan mencatat penonton yang hadir di Kanjuruhan hanya 32.800. Sementara rekor di tahun itu dipegang saat Arema melawan Persipura yang mencapai 36.994.

Jalannya Pertandingan

Miroslav Janu masih memarkir duo Singapura karena adanya masalah sebelumnya. 11 pemain pertama yang turun ke lapangan diisi oleh pemain muda dengan formasi 4-2-3-1.

Musafri membuktikan dirinya untuk mencetak gol secepat mungkin sebelum pertandingan. Di detik ke-34 dia menciptakan gol yang merobek gawang Edi Kurnia. Angka itu berarti menyalip rekor gol dari Roman Chmelo saat melawan Persibo yang terjadi di detik ke-56.

Dominasi Arema terus berlanjut sepanjang babak pertama. Gelombang serangan penggawa Arema bertubi-tubi mengarah ke pertahanan Bontang  FC. Lini pertahanan Bontang FC yang dikawal Handi Hamzah harus jatuh bangun untuk menghadang agresivitas Arema. Namun upaya mantan pemain PSM Makassar ini gagal juga. Tiga gol di babak pertama membobol gawang Bontang FC yang dijaga Edi Kurnia.

Bontang FC sepertinya sudah tidak memiliki nafsu untuk melakukan perlawanan. Pemain terbaiknya yakni Emille Mbamba dan Kenji sengaja tidak diturunkan pelatih Fachri Husaeini meski timnya babak belur dihajar Arema di babak pertama.

“Karena pemain maksimum kita bisa menang besar. Apalagi ketika kami mendengar Persija menang 1- 0  waktu jeda, kami lebih yakin bisa cetak gol lebih banyak lagi,” ungkap pelatih Arema Mirsolav Janu.

Sementara pelatih Bontang FC Fachri Husaeini mengakui seajk awal tidak berharap apa-apa dengan laga ini. Karena timknya lebnoh konsentrasi pada babak playoff melawan Persidafon. “Jadi wajar kalau saya dan semua pelatih menyimpan pemain intinya,” tandas Fachri.

Sementara disinggung soal hasil kalah besar 0-8 ini,. Fakhri mengaku sangat kecewa. “Kenapa gawang dengan mudah bobol dengan banyak gol,” sesal Fachri.

Efeknya

Dengan tambahan tiga poin kemarin, Arema kini mengemas 52 poin. Poin ini sama dengan Persija yang kemarin unggul 3-0 atas PSPS Pekanbaru, hanya Arema unggul selisih gol. Arema kini surplus 27 gol (52-25), sedang Persija surplus 24 gol (52-28).

Kemenangan besar ini bukan saja melambungkan Arema ke runner up ISL. Tim berjuluk Singo Edan ini juga otomatis memegang tiket mengikuti kompetisi bergengsi tingkat Asia yakni AFC Cup tahun depan. AFC Cup ini adalah kompetisi kelas dua di level Asia di bawah LCA (Liga Champions Asia).

Catatan lain dari kemenangan itu menjadikan rekor kemenangan terbesar Arema sepanjang masa, memperbaiki rekor kemenangan 6-1 melawan Aceh Putra (3 Maret 1991) dan Pelita Jaya (3 April 2010).

Data dan Fakta

Arema 8-0 Bontang
Gol: 29-TA Musafry (1, 7), 23-Yongki Aribowo (11, 60, 82), 99-Ahmad Amiruddin (48), 9-Roman Chmelo (54, 71)
Kartu Kuning : 29-TA Musafry (84)

Kartu Kuning: 5-Aidin Elmi (36), 28-Azwar (46)

Susunan Pemain

Arema

1-Kurnia Meiga (pg), 3-Zulkifli Syukur “, 32-Leonard Tupamahu/77-Juan Revi Auriqto (66), 24-Roman Golian, 7-Beny Wahyudi, 15-Sunarto/99-Ahmad Amiruddin (HT), 19-Ahmad Bustomi, 17-Esteban Guillen, 29-TA Musafry/41-Dendy Santoso (85), 9-Roman Chmelo, 23-Yongki Aribowo
Pelatih : Miroslav Janu

Bontang FC

86-Edi Kurnia/30-Tirtah Bayu (68) (pg), 6-Handi Hamzah, 5-Aidin Elmi/11-Arbadin (79), 23-Al Mutawaqil, 20-Joko Sidik, 12-Usman “, 22-Sardianata, 18-Rahman Abubakar, 28-Azwar/77-Arnoldhy Polii (56), 27-Eka Hera, 29-M Istighfar
Pelatih: Fakhri Husaini

Wasit : Mulyadi (Bogor)
Stadion: Stadion Kanjuruhan Malang
Penonton: 32.800
Cuaca: cerah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here